KABUT ASAP MASIH TERASA? YUK, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA! ๐ท๐ฟ
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru kronis, dan penyakit jantung.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui siaran keliling. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan melakukan langkah-langkah perlindungan diri selama kondisi udara masih terdampak asap.
๐ก Yuk, lakukan langkah sederhana berikut:
๐ท 1. Gunakan masker
Gunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah untuk membantu mengurangi paparan partikel asap dan debu yang terhirup.
๐ 2. Kurangi aktivitas di luar rumah
Batasi kegiatan di luar, terutama bagi anak-anak, remaja, ibu hamil, lansia, serta penderita asma, penyakit paru kronis, dan penyakit jantung.
๐ช 3. Tutup pintu dan jendela
Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat agar asap dari luar tidak mudah masuk ke dalam rumah.
๐ง 4. Perbanyak minum air putih
Cukupi kebutuhan cairan untuk membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan.
๐งผ 5. Jaga kebersihan diri
Biasakan cuci tangan pakai sabun dan jaga kebersihan tubuh setelah beraktivitas, terutama setelah berada di luar rumah.
๐ฅ 6. Jangan abaikan gejala gangguan kesehatan
Jika mengalami sesak napas, pusing, batuk atau keluhan kesehatan lainnya yang memburuk, segera periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
๐ก๏ธ Bersama, kita cegah dampak buruk kabut asap!
Dalam kegiatan siaran keliling, petugas juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat, pelaku usaha, pedagang, dan anak sekolah sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap.
๐ฟ Jaga diri. Jaga keluarga. Jaga lingkungan.
๐ Udara lebih bersih, hidup lebih sehat!